Terima Kasih atas lukisan luka dihati yang rapuh ini
Terima Kasih untuk goresan pedih yang kau ukir dijiwa yang lemah ini
Terima Kasih untuk coretan resah yang kau hias dinafas ini
Terima Kasih atas segala cabikan rindu yang membekas dilubuk hati ini
Terima Kasih tak terkira atas keindahan-keindahan yang kau biarkan tergambar diraga ini
kini kutahu apa yang seharusnya tak aku tahu
kini aku tahu apa yang seharusnya tak engkau tahu
kau pun mengerti tentang Jamur Persetan yang hinggap dihidup ini
kaupun mengerti tentang bakteri jahat yang menghantui langkah ini
tetapi kau tak pernah tahu apa yang seharusnya engkau tahu
bukannya aku tak ingin menyimpan Jamur Persetan itu dihati ini
tetapi karena aku tahu dimana seharusnya menyimpan Jamur Persetan itu
bukannya aku tak mau menjaga Jamur Persetan itu diraga ini
tetapi karena aku tahu siapa yang pantas menjaga Jamur Pesetan itu
Jamur Persetan yang belum tepat waktu untuk merasuki hati ini
kaupun kelak akan mengerti mengapa aku melakukan ini
karena kelak Jamur Persetan itu akan mengetahui waktu yang tepat
waktu yang akan mengubah dirinya menjadi mawar indah yang harum nan mewangi
untuk itu, aku tahu apa yang terbaik untukku dan untukku
Terima Kasih untukmu sang pemain hati dan penebar Jamur Persetan
Mengenai Saya
- SANTIKA FEBRIANY'S WRITING
- Ketika sebuah kalimat yang keluar dari mulut tak bisa didengarkan oleh orang lain. Maka Menulislah, disitu Anda akan dikenang sepanjang usia Anda, karena mungkin kata-kata yang keluar dari mulut tak bisa mengubah seseorang, tetapi tulisan yang dibaca berulang bisa menjadi pengaruh untuk seseorang. Maka Menulislah!
Tampilkan postingan dengan label my poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poem. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Desember 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Surat kecil dari Tuhan
Wahai
hambaku yang kusayangi
Tak
pernahkah kau berpikir setiap detik yang telah kau lalui
Tak
pernahkah kau berpikir setiap hari yang kau lewati
Dengan
berbagai nikmat dan nafas yang tersedia dengan Cuma-Cuma
Itu adalah
kuasaKu
Wahai
hambaku yang kucintai
Tak
pernahkah kau lihat kebawah
Tak
pernahkah kau lihat betapa kau lebih beruntung darinya
Tak
pernahkah kau melihat keatas
Itu adalah
ujian yang nyata untuk mereka
Itupun
kuasaKu
Wahai
hambaku yang kuciptakan
Keindahan
yang bersifat sementara janganlah kau agungkan
Kesenangan
semata yang mudah berlalu janganlah kau rindukan
Karena
nikmat yang kuberikan tak hanya berupa kebahagiaan
Kebahagiaan
yang kau anggap membahagiakan
Belum tentu
membahagiakan orang lain
Itu juga
kuasa Ku
Jalanilah
hidup ini dengan selalu mengingatku
Maka akupun
akan selalu mengingatmu
Lewatilah
hidup ini dengan lebih mendekat denganku
Maka aku
akan jauh lebih dekat denganmu
Itu pula
kuasa Ku
Aku Tau, Kau Pasti Bisa!
Kesepian
memang selalu menghantui dirimu
Kesedihan
tak luput meninggalkanmu pergi
Gundah,
ya aku tau kau merasakan itu
Tapi
ingatlah, Dia bersamamu
Dan
aku tau, kamu pasti bisa!
Ketika
rintik hujan meninggalkan jejak di bumi
Ketika
itu pula kesedihan nampak muncul
Ketika
mendung menghampiri
Ketika
itu juga resah hati menghantui
Tapi
ingatlah, tak ada yang tak mungkin
Dan
aku tau, kamu pasti bisa!
Kebingungan
tak ayal menggelayut dipikiran
Mengeluh
kadang terucap dari bibir merahmu
Hati
yang dongkol datang silih berganti
Kata-kata
tak diinginkan sering kau terima
Memang
terlintas tak ingin tapi harus
Dan
aku tau, kamu pasti bisa!
Jaln
berliku dalam kehidupan memang ada
Tapi
jalan lurus itu juga pasti ada
Ketika
malam mencekam itu tiba
Rembulan
redup bersinar di langit
Keindahan
itu nampaknya ditelan suasana mencekam
Pikiran
melayang tak menentu
Tak
perlulah kamu memikirkan hal yang tak akan mungkin terjadi
Dan
aku tau, kamu pasti bisa!
Jalanilah
semua dengan suka cita
Jalani
dengan hati yang tak pernah mendongkol
Nikmatilah
setiap detik yang kau habiskan untuk hal bermanfaat
Hal
yang selama ini kau anggap tak berfaedah
Syukurilah
hidup yang hanya sekali
Dan
aku tahu, kamu pasti bisa!
Ketika
jalan lurus telah nampak
Langit
bertabur bintang-bintang
Bulan
bersinar terang benderang
Bumi
telah menelan semua air hujan
Tak
terasa ternyata hari itu tiba
Karena
aku tau, kamu pasti bisa!
Benar
saja, semua kegundahanpun sirna
Semua
kesepian telah usai
Semua
kebingunganpun lenyap ditelan angin
Semua
keresahan pergi entah kemana
Hari
bahagia itu telah tiba
Karena
ku tahu, kamu pasti bisa!
Selasa, 05 Juni 2012
Ketika sajadah terbentang
Malam
sunyi gelap mencekam
Belum
juga nafas ini terlelap
Melihat
bintang dan bulan menghiasi langit
Terasa
kecil hidupku ini dimata-Mu
Tak
pernah kuduga ku telah berada disini
Air
wudhu membasahi sekujur wajah
Kubentangkan
sajadah kehadapanku
Kukenakan
sehelai pakaian panjang tuk menutup auratku
Akupun
bersujud kepada-Mu
Dalam
sujudku meminta
Setiap
nafas hembusan yang kukeluarkan
Setiap
langkah yang kulewati
Setiap
detak jantung yang belum berhenti ini
Setiap
detik, menit, jam, hari, bulan
Ku
berusaha untuk mengingat-Mu
Tetapi
nampaknya hanya sekedar ucapan
Tak
pernah sebercakpun pikiran terlintas diri-Mu
Ketika
semua masalah menghampiri
Ketika
itu pula aku mengingat-Mu
Saat
semua terasa indah
Tak
pernah ku ingat diri-Mu
Ampuni
aku yang berlumuran dosa ini
Tak
bisa kukatakan seberapa besar nikmat yang telah Kau curahkan
Tak
akan pernah bisa kuhitung nikmat dari-Mu
Karena
memang tak terhitung nikmat-Mu
Masih
dalam keadaan sunyi mencekam
Kulihat
air mata ini telah terjatuh kepipi
Jalan
luruspun tak Nampak
Sebegitu
banyakkah dosaku ini?
Sekali
lagi, ampuni aku yang tak pernah bisa mensyukuri nikmat-Mu
Tak
tahu harus mengatakan semua kepada siapa
Lalu
kubentangkan sajadah ini, hanya kepada-Mu
Senin, 09 April 2012
Dakwahku semata-mata karena Mu
Dakwah..
Ibarat pijar yang menerangi kegelapan malam
Ibarat bintang yang menambah keindahan malam
Ibarat sebuah harapan dalam kesempitan
Tapi ku hanya bisa diam membisu mendapati semua itu
Dakwah..
Mengajak dalam kebaikan yang tak ternilai
Mengajak dalam keindahan menuju surga-Nya
Mengajak nafas-nafas yang tersesat di bumi Allah
Tapi ku hanya bisa termangu menanti hal tersebut
Dakwah..
Rintangan tak ayal menghadang jalanku menujunya
Rintangan tak ayal bagaikan batu yang tak jarang
membuatku terjatuh
Rintangan yang terjal seperti jurang yang berada di
tengah hutan rimba
Tapi ku hanya sekeping jiwa yang bisa dikalahkan itu
semua
Dakwah..
Hidupku bahkan hampa tanpa seruan mahkluk Mu
Hidupku tak terarah tanpa petunjukMu
Hidupku hilang bagai malam ditelan kegelapan
Tapi lagi-lagi, aku hanya bisa memandang dengan lahapnya
Dakwah..
Tak urung ku menangisi perbuatan jiwa yang memaksa
kehendak
Tak urung ku meluapkan api dari dalam dada karena tak
sepaham
Tak urung ku tertawa melihat kepingan berbahagia setengah
hati
Tapi ku hanya bisa bernafas dalam diam
Dakwah..
Indahnya hidup
dengan berdakwah dijalan Mu
Indahnya nikmatMu
dengan mengajak ummatMu ke arah jannahMu
Indahnya
kebersamaan nafas-nafas ummat ummati
Selasa, 28 Februari 2012
SEPERTI MATA AIR KEHILANGAN SUNGAI
meskipun kau tak pernah ke desa, padi-padi terus tumbuh..
meskipun kau tak pernah ke kota, orang-orang terus gelisah..
di dsa di kota tumbuh dan gelisah .
seperti kembang dalam belukar .
seperti mata air kehilangan sungai..
desa dimiliki oleh orang kota.
kota dimiliki orang desa.
petani mencari kerja di kota.
orang kota mencari kekayaan dio desa.
apalagikah yang tersisa bagi kau dan aku..
meskipun kau tak pernah ke kota, orang-orang terus gelisah..
di dsa di kota tumbuh dan gelisah .
seperti kembang dalam belukar .
seperti mata air kehilangan sungai..
desa dimiliki oleh orang kota.
kota dimiliki orang desa.
petani mencari kerja di kota.
orang kota mencari kekayaan dio desa.
apalagikah yang tersisa bagi kau dan aku..
ANAK JALANAN
melambaikan koran yang dijual, mendekati kaca-kaca mobil .
anak usia sekolah menjajakan berita di bawah jembatan layang..
di dekat halte terminal bus, menghitung sisa jeruk di keranjang.
anak usia sekolah menjajakan buah..
apakah mereka esok ke sekolah seperti anak-anak yang lain.
mungkinkah mereka ke sekolah lagi seperti anak-anak yang lain..
di dekat kedai-kedai beberapa anak usia sekolah berjoget dan merokok dengan baju terbuka seperti bajingan kecil ..
anak usia sekolah menjajakan berita di bawah jembatan layang..
di dekat halte terminal bus, menghitung sisa jeruk di keranjang.
anak usia sekolah menjajakan buah..
apakah mereka esok ke sekolah seperti anak-anak yang lain.
mungkinkah mereka ke sekolah lagi seperti anak-anak yang lain..
di dekat kedai-kedai beberapa anak usia sekolah berjoget dan merokok dengan baju terbuka seperti bajingan kecil ..
Cinta Tak Mengenal Kasta
Cinta bak intan permata tak pudar ditelan masa
hadir dari pancaran mata dan melekat dilubuk jiwa
Walau dijalan berbeda namun satu dalam rasa hitam pekat berlumur doa dalam dunia bergelimang noda
Walau kau terhina dimata mereka namun takkan sirna tak tergoyahkan
karena cinta tak kenal kasta dimataku kau paling berharga
suci dan hina bagiku sama dan memanglah cinta milik sesama
kaya dan miskin tiada berbeda
istana cinta menanti kita
hadir dari pancaran mata dan melekat dilubuk jiwa
Walau dijalan berbeda namun satu dalam rasa hitam pekat berlumur doa dalam dunia bergelimang noda
Walau kau terhina dimata mereka namun takkan sirna tak tergoyahkan
karena cinta tak kenal kasta dimataku kau paling berharga
suci dan hina bagiku sama dan memanglah cinta milik sesama
kaya dan miskin tiada berbeda
istana cinta menanti kita
Dia adalah Engkau
aku yang tidak bisa hidup tanpaMU
setiap langkahku ingin selalu kuingatMU
Engkau yang selalu mengingatku
tetapi aku sering melupakanMU
Engkau yang selalu memaafkanku atas segala kekhilafanku
Engkau yang ingin selalu kupuja
ya Dia adalah Engkau
maafkan aku yang disetiap langkahku terdapat banyak kerikil
yang setiap ucapanku terdapat kekotoran
yang disetiap peringaiku membuatMu kecewa
maafkan aku karena hanya Engkau yang berbesar hati memaafkan diriku yang kotor
Engkau yang tak pernah letih membuka pintu hatiMu untukku
Engkau yang selalu menyayangiku
ya Dia adalah Engkau
tanganku yang akan menjadi saksi nanti
telingaku yang akan menjadi saksi nanti
mataku yang akan menjadi saksi nanti
kakiku yang akan menjadi saksi nanti
dan seluruh anggota tubuhku yang akan menjadi saksi atas semua tindak tandukku
maafkan ku ya Kekasih yang jarang kuingat
ya Dia adalah Engkau
terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nafas
terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nikmat islam
ya Dia adalah Engkau ya ALLAH
surat ini kupersembahkan untukMu dari hambaMu yang berlumuran maksiat duniawi
#hamba yang merindukanMu
setiap langkahku ingin selalu kuingatMU
Engkau yang selalu mengingatku
tetapi aku sering melupakanMU
Engkau yang selalu memaafkanku atas segala kekhilafanku
Engkau yang ingin selalu kupuja
ya Dia adalah Engkau
maafkan aku yang disetiap langkahku terdapat banyak kerikil
yang setiap ucapanku terdapat kekotoran
yang disetiap peringaiku membuatMu kecewa
maafkan aku karena hanya Engkau yang berbesar hati memaafkan diriku yang kotor
Engkau yang tak pernah letih membuka pintu hatiMu untukku
Engkau yang selalu menyayangiku
ya Dia adalah Engkau
tanganku yang akan menjadi saksi nanti
telingaku yang akan menjadi saksi nanti
mataku yang akan menjadi saksi nanti
kakiku yang akan menjadi saksi nanti
dan seluruh anggota tubuhku yang akan menjadi saksi atas semua tindak tandukku
maafkan ku ya Kekasih yang jarang kuingat
ya Dia adalah Engkau
terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nafas
terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nikmat islam
ya Dia adalah Engkau ya ALLAH
surat ini kupersembahkan untukMu dari hambaMu yang berlumuran maksiat duniawi
#hamba yang merindukanMu
Kamis, 02 Februari 2012
Roda Kematian
Roda
Kematian
Karya: Santika Febriany
Bumi
tergoncang saat itu, seakan marah!
Bumi
bak ingin memuntahkan semua yang tersimpan rapih didalam perutnya
Bumi
seakan tak ingin bersahabat dengan kawanan makhluk
Manusia
berteriak seakan burung kehilangan induknya!
Mencari
tempat indah yang bisa membuat damai seketika!
Bulan,
matahari, planet jatuh seakan tersengkat kaki
Menimpa
kawanan maklhuk hidup yang berteriak!
Dengan
seketika hari akhir itupun meleburkan segala kandungan di perut bumi!
Pada
hari itu mereka semua berkumpul, dikumpulkan seakan ada kabar bahagia ingin
menimpa mereka!
Padahal
mereka tidak tahu golongan mereka golongan yang celaka!
Semua
saksi dikerahkan untuk menjadi saksi selama mereka menjadi wayang di bumi!
Ingatlah
wahai anak cucu adam! Kalian telah banyak diberi nikmat bertubi-tubi dari Yang
Kuasa, mengapa engkau mengingkarinya?
Ingatlah
wahat anak cucu adam! Inilah zarrah yang pantas kalian dapat!
Kemudian
nikmatilah semua ini dengan gundah hati! Tak ada gunanya mengadu, mengampun saat
ini! Terlambat sudah!
Tiang Nafas
Tiang
Nafas
Karya: Santika
Febriany
Inilah aku, datang setiap
hembusan nafas
Inilah aku, yang setiap
nyawa menunggu kedatanganku
Bahkan mungkin ada secarik
nyawa yang tak inginkan kedatanganku
Inilah aku, hidup diantara
nafas-nafas kehidupan yang semakin berkurang
Jatah hidup yang kuambil
tiap masa
Berkembang biak bagaikan
bakteri yang tak ada habisnya
Menipiskan kalbu yang
berdebu dan berkabut
Menunggu semua berakhir
terang benderang atau gelap gulita
Tiang nafas semakin
menyurut karena ditelan waktu
Bergerak bagaikan mati
karena
Tak ada buah yang bisa
dimakan
Selamat tinggal kemegahan
selamat datang kepekikkan!
Langganan:
Postingan (Atom)



