Mengenai Saya

Foto saya
Ketika sebuah kalimat yang keluar dari mulut tak bisa didengarkan oleh orang lain. Maka Menulislah, disitu Anda akan dikenang sepanjang usia Anda, karena mungkin kata-kata yang keluar dari mulut tak bisa mengubah seseorang, tetapi tulisan yang dibaca berulang bisa menjadi pengaruh untuk seseorang. Maka Menulislah!
Tampilkan postingan dengan label my poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Terima Kasih atas Jamur Persetan itu

Terima Kasih atas lukisan luka dihati yang rapuh ini
Terima Kasih untuk goresan pedih yang kau ukir dijiwa yang lemah ini
Terima Kasih untuk coretan resah yang kau hias dinafas ini
Terima Kasih atas segala cabikan rindu yang membekas dilubuk hati ini
Terima Kasih tak terkira atas keindahan-keindahan yang kau biarkan tergambar diraga ini

kini kutahu apa yang seharusnya tak aku tahu
kini aku tahu apa yang seharusnya tak engkau tahu
kau pun mengerti tentang Jamur Persetan yang hinggap dihidup ini
kaupun mengerti tentang bakteri jahat yang menghantui langkah ini
tetapi kau tak pernah tahu apa yang seharusnya engkau tahu

bukannya aku tak ingin menyimpan Jamur Persetan itu dihati ini
tetapi karena aku tahu dimana seharusnya menyimpan Jamur Persetan itu
bukannya aku tak mau menjaga Jamur Persetan itu diraga ini
tetapi karena aku tahu siapa yang pantas menjaga Jamur Pesetan itu
Jamur Persetan yang belum tepat waktu untuk merasuki hati ini

kaupun kelak akan mengerti mengapa aku melakukan ini
karena kelak Jamur Persetan itu akan mengetahui waktu yang tepat
waktu yang akan mengubah dirinya menjadi mawar indah yang harum nan mewangi
untuk itu, aku tahu apa yang terbaik untukku dan untukku

Terima Kasih untukmu sang pemain hati dan penebar Jamur Persetan

Minggu, 24 Juni 2012

Surat kecil dari Tuhan


Wahai hambaku yang kusayangi
Tak pernahkah kau berpikir setiap detik yang telah kau lalui
Tak pernahkah kau berpikir setiap hari yang kau lewati
Dengan berbagai nikmat dan nafas yang tersedia dengan Cuma-Cuma
Itu adalah kuasaKu

Wahai hambaku yang kucintai
Tak pernahkah kau lihat kebawah
Tak pernahkah kau lihat betapa kau lebih beruntung darinya
Tak pernahkah kau melihat keatas
Itu adalah ujian yang nyata untuk mereka
Itupun kuasaKu

Wahai hambaku yang kuciptakan
Keindahan yang bersifat sementara janganlah kau agungkan
Kesenangan semata yang mudah berlalu janganlah kau rindukan
Karena nikmat yang kuberikan tak hanya berupa kebahagiaan
Kebahagiaan yang kau anggap membahagiakan
Belum tentu membahagiakan orang lain
Itu juga kuasa Ku

Jalanilah hidup ini dengan selalu mengingatku
Maka akupun akan selalu mengingatmu
Lewatilah hidup ini dengan lebih mendekat denganku
Maka aku akan jauh lebih dekat denganmu
Itu pula kuasa Ku

Aku Tau, Kau Pasti Bisa!


Kesepian memang selalu menghantui dirimu
Kesedihan tak luput meninggalkanmu pergi
Gundah, ya aku tau kau merasakan itu
Tapi ingatlah, Dia bersamamu
Dan aku tau, kamu pasti bisa!
Ketika rintik hujan meninggalkan jejak di bumi
Ketika itu pula kesedihan nampak muncul
Ketika mendung menghampiri
Ketika itu juga resah hati menghantui
Tapi ingatlah, tak ada yang tak mungkin
Dan aku tau, kamu pasti bisa!
Kebingungan tak ayal menggelayut dipikiran
Mengeluh kadang terucap dari bibir merahmu
Hati yang dongkol datang silih berganti
Kata-kata tak diinginkan sering kau terima
Memang terlintas tak ingin tapi harus
Dan aku tau, kamu pasti bisa!
Jaln berliku dalam kehidupan memang ada
Tapi jalan lurus itu juga pasti ada
Ketika malam mencekam itu tiba
Rembulan redup bersinar di langit
Keindahan itu nampaknya ditelan suasana mencekam
Pikiran melayang tak menentu
Tak perlulah kamu memikirkan hal yang tak akan mungkin terjadi
Dan aku tau, kamu pasti bisa!
Jalanilah semua dengan suka cita
Jalani dengan hati yang tak pernah mendongkol
Nikmatilah setiap detik yang kau habiskan untuk hal bermanfaat
Hal yang selama ini kau anggap tak berfaedah
Syukurilah hidup yang hanya sekali
Dan aku tahu, kamu pasti bisa!
Ketika jalan lurus telah nampak
Langit bertabur bintang-bintang
Bulan bersinar terang benderang
Bumi telah menelan semua air hujan
Tak terasa ternyata hari itu tiba
Karena aku tau, kamu pasti bisa!
Benar saja, semua kegundahanpun sirna
Semua kesepian telah usai
Semua kebingunganpun lenyap ditelan angin
Semua keresahan pergi entah kemana
Hari bahagia itu telah tiba
Karena ku tahu, kamu pasti bisa!

Selasa, 05 Juni 2012

Ketika sajadah terbentang



Malam sunyi gelap mencekam
Belum juga nafas ini terlelap
Melihat bintang dan bulan menghiasi langit
Terasa kecil hidupku ini dimata-Mu
Tak pernah kuduga ku telah berada disini
Air wudhu membasahi sekujur wajah

Kubentangkan sajadah kehadapanku
Kukenakan sehelai pakaian panjang tuk menutup auratku
Akupun bersujud kepada-Mu
Dalam sujudku meminta
Setiap nafas hembusan yang kukeluarkan
Setiap langkah yang kulewati
Setiap detak jantung yang belum berhenti ini
Setiap detik, menit, jam, hari, bulan
Ku berusaha untuk mengingat-Mu
Tetapi nampaknya hanya sekedar ucapan
Tak pernah sebercakpun pikiran terlintas diri-Mu

Ketika semua masalah menghampiri
Ketika itu pula aku mengingat-Mu
Saat semua terasa indah
Tak pernah ku ingat diri-Mu
Ampuni aku yang berlumuran dosa ini
Tak bisa kukatakan seberapa besar nikmat yang telah Kau curahkan
Tak akan pernah bisa kuhitung nikmat dari-Mu
Karena memang tak terhitung nikmat-Mu
Masih dalam keadaan sunyi mencekam
Kulihat air mata ini telah terjatuh kepipi
Jalan luruspun tak Nampak
Sebegitu banyakkah dosaku ini?

Sekali lagi, ampuni aku yang tak pernah bisa mensyukuri nikmat-Mu
Tak tahu harus mengatakan semua kepada siapa
Lalu kubentangkan sajadah ini, hanya kepada-Mu

Senin, 09 April 2012

Dakwahku semata-mata karena Mu


Dakwah..
Ibarat pijar yang menerangi kegelapan malam
Ibarat bintang yang menambah keindahan malam
Ibarat sebuah harapan dalam kesempitan
Tapi ku hanya bisa diam membisu mendapati semua itu
Dakwah..
Mengajak dalam kebaikan yang tak ternilai
Mengajak dalam keindahan menuju surga-Nya
Mengajak nafas-nafas yang tersesat di bumi Allah
Tapi ku hanya bisa termangu menanti hal tersebut
Dakwah..
Rintangan tak ayal menghadang jalanku menujunya
Rintangan tak ayal bagaikan batu yang tak jarang membuatku terjatuh
Rintangan yang terjal seperti jurang yang berada di tengah hutan rimba
Tapi ku hanya sekeping jiwa yang bisa dikalahkan itu semua
Dakwah..
Hidupku bahkan hampa tanpa seruan mahkluk Mu
Hidupku tak terarah tanpa petunjukMu
Hidupku hilang bagai malam ditelan kegelapan
Tapi lagi-lagi, aku hanya bisa memandang dengan lahapnya
Dakwah..
Tak urung ku menangisi perbuatan jiwa yang memaksa kehendak
Tak urung ku meluapkan api dari dalam dada karena tak sepaham
Tak urung ku tertawa melihat kepingan berbahagia setengah hati
Tapi ku hanya bisa bernafas dalam diam
Dakwah..
Indahnya hidup dengan berdakwah dijalan Mu
Indahnya nikmatMu dengan mengajak ummatMu ke arah jannahMu
Indahnya kebersamaan nafas-nafas ummat ummati

Berkahilah kami semua dengan jalan serta nikmat yang tak kunjung habis ya Rabb

Selasa, 28 Februari 2012

SEPERTI MATA AIR KEHILANGAN SUNGAI

meskipun kau tak pernah ke desa, padi-padi terus tumbuh..
meskipun kau tak pernah ke kota, orang-orang terus gelisah..
di dsa di kota tumbuh dan gelisah .
seperti kembang dalam belukar .
seperti mata air kehilangan sungai..

desa dimiliki oleh orang kota.
kota dimiliki orang desa.
petani mencari kerja di kota.
orang kota mencari kekayaan dio desa.

apalagikah yang tersisa bagi kau dan aku..

ANAK JALANAN

melambaikan koran yang dijual, mendekati kaca-kaca mobil .
anak usia sekolah menjajakan berita di bawah jembatan layang..

di dekat halte terminal bus, menghitung sisa jeruk di keranjang.
anak usia sekolah menjajakan buah..

apakah mereka esok ke sekolah seperti anak-anak yang lain.
mungkinkah mereka ke sekolah lagi seperti anak-anak yang lain..

di dekat kedai-kedai beberapa anak usia sekolah berjoget dan merokok dengan baju terbuka seperti bajingan kecil ..

Cinta Tak Mengenal Kasta

Cinta bak intan permata tak pudar ditelan masa
hadir dari pancaran mata dan melekat dilubuk jiwa

Walau dijalan berbeda namun satu dalam rasa hitam pekat berlumur doa dalam dunia bergelimang noda

Walau kau terhina dimata mereka namun takkan sirna tak tergoyahkan
karena cinta tak kenal kasta dimataku kau paling berharga
suci dan hina bagiku sama dan memanglah cinta milik sesama
kaya dan miskin tiada berbeda
istana cinta menanti kita

Dia adalah Engkau

aku yang tidak bisa hidup tanpaMU
setiap langkahku ingin selalu kuingatMU
Engkau yang selalu mengingatku
tetapi aku sering melupakanMU
Engkau yang selalu memaafkanku atas segala kekhilafanku
Engkau yang ingin selalu kupuja
ya Dia adalah Engkau

maafkan aku yang disetiap langkahku terdapat banyak kerikil
yang setiap ucapanku terdapat kekotoran
yang disetiap peringaiku membuatMu kecewa
maafkan aku karena hanya Engkau yang berbesar hati memaafkan diriku yang kotor
Engkau yang tak pernah letih membuka pintu hatiMu untukku
Engkau yang selalu menyayangiku
ya Dia adalah Engkau

tanganku yang akan menjadi saksi nanti
telingaku yang akan menjadi saksi nanti
mataku yang akan menjadi saksi nanti
kakiku yang akan menjadi saksi nanti
dan seluruh anggota tubuhku yang akan menjadi saksi atas semua tindak tandukku
maafkan ku ya Kekasih yang jarang kuingat
ya Dia adalah Engkau

terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nafas
terima kasih ya ALLAH karena Engkau masih memberikanku nikmat islam
ya Dia adalah Engkau ya ALLAH
surat ini kupersembahkan untukMu dari hambaMu yang berlumuran maksiat duniawi
#hamba yang merindukanMu

Kamis, 02 Februari 2012

Roda Kematian


Roda Kematian
Karya: Santika Febriany
Bumi tergoncang saat itu, seakan marah!
Bumi bak ingin memuntahkan semua yang tersimpan rapih didalam perutnya
Bumi seakan tak ingin bersahabat dengan kawanan makhluk
Manusia berteriak seakan burung kehilangan induknya!
Mencari tempat indah yang bisa membuat damai seketika!
Bulan, matahari, planet jatuh seakan tersengkat kaki
Menimpa kawanan maklhuk hidup yang berteriak!
Dengan seketika hari akhir itupun meleburkan segala kandungan di perut bumi!
Pada hari itu mereka semua berkumpul, dikumpulkan seakan ada kabar bahagia ingin menimpa mereka!
Padahal mereka tidak tahu golongan mereka golongan yang celaka!
Semua saksi dikerahkan untuk menjadi saksi selama mereka menjadi wayang di bumi!
Ingatlah wahai anak cucu adam! Kalian telah banyak diberi nikmat bertubi-tubi dari Yang Kuasa, mengapa engkau mengingkarinya?
Ingatlah wahat anak cucu adam! Inilah zarrah yang pantas kalian dapat!
Kemudian nikmatilah semua ini dengan gundah hati! Tak ada gunanya mengadu, mengampun saat ini! Terlambat sudah!

Tiang Nafas


Tiang Nafas
Karya: Santika Febriany
Inilah aku, datang setiap hembusan nafas
Inilah aku, yang setiap nyawa menunggu kedatanganku
Bahkan mungkin ada secarik nyawa yang tak inginkan kedatanganku
Inilah aku, hidup diantara nafas-nafas kehidupan yang semakin berkurang
Jatah hidup yang kuambil tiap masa
Berkembang biak bagaikan bakteri yang tak ada habisnya
Menipiskan kalbu yang berdebu dan berkabut
Menunggu semua berakhir terang benderang atau gelap gulita
Tiang nafas semakin menyurut karena ditelan waktu
Bergerak bagaikan mati karena
Tak ada buah yang bisa dimakan
Selamat tinggal kemegahan selamat datang kepekikkan!